oleh

TANGIS KARYAWAN PT.PHILIPS KAB.BARRU, SULSEL

Kosongsatunews.com, Barru–Denyud derita karyawan PT.Philips yang terletak di Kelurahan Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulsel, kini sudah terdengar setelah pemecatan 30 tenaga kerja.

Minggu lalu, entah mengapa, tapi itulah yang terjadi setelah pemecatan kemudian Patmawati mewakili rekannya yang 30 orang itu bersuara untuk menuntut PT.Philips untuk membayar lemburnya selama bertahun – tahun bersama rekannya tak terbayarkan. meski sudah ada kesepakatan sebelumnya bahwa Perjamnya Rp 28 ribu rupiah. ” Selama kami kerja pak selama 8 Tahun lamanya dan hampir setiap hari lembur kami tidak pernah diberikan uang lembur, begitupun yang dialami teman sekerja saya,” ungkap Patmawati yang di dampingi rekannya.

Patmawati bersama rekannya menuntut PT.Philips

Kemudian menambahkan, bahkan diajari oleh salah satu bos PT.Philips, jika ada pengawas
yang datang untuk memeriksa, disuruh mengakui kalau setiap lembur selalu terbayar, padahal tidak terbayar.
“Bayangkan pak terkadang kita pulang larut malam, tanpa uang lembur, yang di terima saja adalah gaji pokok perhari Rp.120 puluhan.
Dari itu Bos PT.Philips yang ingin di konfirmasi, menurut Satpamnya mengakui kalau bosnya lagi keluar kota, sementara yang dapat mewakili untuk di konfirmasi tentang 30 Tenaga kerja yang di pecat, lagi alasan Satpamnya, menyebut kalau persoalan ini tidak boleh di wakili untuk memberi keterangan.
Sementara itu pihak Depnaker Kabupaten Barru, salahsatu stapnya mengaku kalau pekerja PT.Philips ditengarai ada penyimpangan besar, karena selain tidak memberikan uang lembur pada pekerja, juga diduga melanggar aturan yang sudah di tetapkan pihak Depnaker.

Hampir semua karyawan PT. Philips berstatus karyawan lepas dan tidak
memiliki jaminan sebagai tenaga kerja, terkadang menangis ketika pulang larut malam sementara uang lembur yang di janjikan tidak pernah di berikan.
“Saya juga menuntut PT.Philips tentang kontrak kerja yang sudah di tandatangani bersama juga tidak di tepati,” Makanya diharap pihak yang terkait masalah ini membantu masyarakat yang haknya di Pereteli oleh pihak perusahaan. (ag/fir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed