Masyarakat Desa Bontosunggu, Gowa di Teror OTK, Kadesnya Malah “Curhat”

Senin, 10 Juni 2019

Gowa, kosongsatunews.com – Keamanan dan kenyamanan hidup, bukan hanya penunjang kebutuhan hidup yang diperlukan oleh masyarakat perkotaan, tapi masyarakat pedesaan pun juga memerlukan hal ini. Setiap orang hidup dan menjalani kehidupannya, tentu tak ingin dibayangi terus rasa khawatir atau pun was-was yang berkepanjangan, tanpa berkesudahan.

Jikalau pun, keadaan ini ada dan terjadi di masyarakat mana pun maka tentunya peranan pemerintah setempat sebagai pengayom masyarakatnya, haruslah menjadi langkah solusi terdepan sebelum, selama dan setelah hal ini berlangsung. Janganlah menimbulkan suatu kesan pembiaran atau menjadikan masyarakatnya sebagai ‘kelinci percobaan’ terhadap suatu tindakan yang kurang terpuji. Apatah lagi, terkesan mengatasi keluhan masyarakat dengan keluhan pula.

Seperti halnya, sebulan terakhir ini Dusun Bontomate’ne Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, diteror Orang Tak di Kenal (OTK). Insiden ini sangat mengganggu dan sangat meresahkan, dengan lemparan batu ke rumah warga sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan warga, waktu beristirahat pada malam hari.

Salah satu warga bernama Fajar Dg Situju, yang sempat di konfirmasi soal kejadian ini, mengatakan “sallonamo anjo pakamma sebelumnaji rumallang, ingka tena ni issengi angkana inai. Ta’baring-baringki punna bangngi kodong, dalam dialek Makassarnya (artinya: sudah lama kejadian ini terjadi, yakni sebelum bulan ramadhan, tapi tidak diketahui siapa pelakunya. Kalau malam kita selalu was-was kasihan)

Sudah ada 7 rumah, lanjutnya, jadi korban atap rumahnya rusak bahkan sampai ternak warga juga sering hilang.

Ditambahkannya, minimnya fasilitas penerangan jalan di dusun tersebut, menjadi salah satu faktor sehingga peneror menjadi leluasa berkeliaran di dusun ini.

Lanjut dia menambahkan, kejadian ini sudah dilaporkannya ke Kepala Desa Bontosunggu, Saharuddin Dg Liu melalui chat pribadi WhatsAppnya. Tapi kadesnya malah Curhat (Curahan hati/berkeluh kesah), dengan membalas keluhan dengan keluhan pula.

“Kalau dusun situ cuma rumah warga dilempar, kalau disini ayam bangkokku dicuri, sama sarungnya pak Kepala Dusun. Dua rumah tetanggaku di curi kue keringnya dan ayanya juga kasihan. Ini WA pak Kades,” jelas Dg Situju sambil menunjukkan chat pak Kades, baru-baru ini, di rumahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, teror ini harus segera dihentikan, Dg Liu sebagai Kepala Desa tidak boleh terkesan berpangku tangan.

“Warga Dusun Bontomate’ne sudah sangat terganggu dan sangat kewalahan dengan kondisi ini. Kami sangat menginginkan, difasilitasi Siskamling dan Poskamling serta lampu penerangan jalan untuk meminimalisir tingkat kejahatan pada malam hari,” tandas Fajar Dg Situju.
(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *