SISTEM ZONASI PADA PPDB TAHUN AJARAN 2019 MENUAI PERHATIAN BERBAGAI KALANGAN

MAKASSAR-Kosongsatunews.com, Pada tahun ajaran baru 2019/2020, secara tidak terduga pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pemberlakukan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun demikiian Pemerintah memiliki alasan tersendiri memberlakukan sistem PPDB, dengan tujuan pemerataan level sekolah mulai dari SD, SMP sampai SMA dapat dilakukan. Hal ini juga diharapkan kedepannya agar setiap sekolah memiliki kualitas yang sama dan tidak ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit,menurut Erwin kepada awak media ini 02/07/2019 disalah satu warkop yang ada di Makassar.

Sambung Erwin, menurutnya hampir diberbagai tempat perdebatan terus terjadi ditengah masyarakat saat ini terkait kebijakan tersebut, baik dari pemerintah, akademisi bahkan orang tua siswa.

Lanjut Erwin, bahwa banyak orang tua khawatir tentang tempat anaknya nantinya menimba ilmu, Ia mengatakan bahwa sebelumnya banyak orang tua siswa sudah memiliki rencana tempat anaknya untuk disekolahkan, termasuk sekolah-sekolah favorit yang ada didaerahnya, karena setiap anak juga memiliki cita-cita untuk menimba ilmu disekolah yang memiliki reputasi yang baik atau sekolah favorit,jelas Erwin.

Lebih jauh lagi Ia (Dosen Unismuh Makassar Dr. [c] Muh. Erwinto Imran S.pd., M.pd ) yang saat ini melanjutkan studi S3 di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung mengatakan bahwa pemberlakuan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah ide cerdas dari pemerintah, hanya saja sangat disayangkan, kesiapan sarana prasana yang tidak merata,dan Pemerintah harusnya juga jeli melihat kesiapan dari setiap sekolah. Masih banyak sekolah yang masih belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai khusunya yang jauh dari pusat ibukota dan kabupaten/kota.

Kata Erwin,terjadinya kesenjangan pada Pendidikan di indonesia dan rendahnya kemampauan siswa yang diperoleh dari beberapa Lembaga penilaian internasional karena dianggap masih belum meratanya kualitas pendidikan di sekolah-sekolah,paparnya.

Sebenarnya, penerapan zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga memiliki dampak yang positif, pungkas Erwin. Hal ini dapat membuat siswa tidak mengalami kendala dalam akses ke lokasi sekolah dan memudahkan orang tua mudah mengontrol anaknya. Diharapkan kedepan ada koordinasi dari semua elemen Pendidikan agar setiap kebijakan dapat diterima dan dijalankan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,tutup Erwin pada media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *