KOSONGSATUNEWS.COM — pemerintah daerah kabupaten Soppeng, Sulsel, melakukan inovasi percepatan pemulihan inflasi melalui sektor pembangunan bidang pengembangan budidaya tanaman dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan gerakan tanam pangan panen cepat melalui gerakan tanam sejuta bibit cabai.
Gerakan ini, pemkab Soppeng melakukan kegiatan Pertemuan pelaksanaan Gerakan Tanam Pangan Panen Cepat sebagai pengendali dampak inflasi di daerah melalui Gerakan Tanam Sejuta Bibit Cabai . Gerakan itu, kerja sama dengan dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kab. Soppeng, dengan PT. JIVA Agriculture melaksanakan sosialisasi gerakan tanam sejuta bibit cabe kepada petani dan warga berlangsung di, Hark Cafe dan Eatery, Jl. Malaka Raya, Rabu, 09/11.
Dikutif relis humas Kominfo pemkab Soppeng, Kepala Dinas TPHPKP Kab. Soppeng Ir. Fajar.,M.MA menjelaskan,
Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah karena adanya masalah inflasi dan pemerintah pusat memerintahkan kepada seluruh Kabupaten harus membuat gerakan.
Adapun salah satu solusi dalam pengendalian inflasi yang disarankan yaitu Tanam Pangan Cepat Panen.
” kami melakukan program tanam 1 juta pohon cabe ini. Tak hanya itu, pada saat harga naik, kami dengan cepat melakukan operasi pasar di Soppeng. Inilah salah satu tugas kita agar inflasi tidak berdampak di masyarakat, jadi tugas kita untuk memenangkan masyarakat akibat berita yang membuat masyarakat panik”, katanya.
Ia katakan, ” Kami juga mendengar ada beberapa kekhawatiran dari Camat maupun para Kepala Desa/Lurah terkait program ini yaitu setelah produksi, hasil panen akan dibawa kemana. Sehingga pada hari ini kami sengaja mengundang salah satu perusahaan yang bergerak di pembelian komoditi pertanian yaitu PT. JIVA Agriculture, dimana kita sudah bergerak bersama kurang lebih 2 tahun ini dan saya melihat proses kerjamanya sangat bagus.
Jadi melalui kegiatan ini, apa yang menjadi kekhawatiran kita semua bisa ditanggulangi dengan melakukan diskusi dan bertukar pikiran terkait dengan apa yang akan kita lakukan kedepan,” katanya.
Selanjutnya,
Perwakilan PT. JIVA Agriculture, Fatimah, menjelaskan, ” ini sangat menarik dengan membahas masalah inflasi yang sangat berdampak di masyarakat apalagi dalam situasi pandemi saat ini. Sehingga saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah Kab. Soppeng yang begitu perhatian dengan masyarakatnya melalui Gerakan Tanam Sejuta Bibit Cabai,” katanya.
Ia katakan, ” Terkait dengan tanaman cabe, kami sudah mulai di Jawa Timur dan untuk Kab. Soppeng sendiri kami terlebih dahulu akan melakukan pendataan dan survey di masyarakat. Kami juga butuh melakukan analisis tani dan analisis harga lokal, sehingga kami butuh informasi apakah tanaman cabe cocok untuk semua lahan di kab. Soppeng. kami sudah bekerjasama dengan kab. Soppeng kurang lebih 2 tahun untuk komoditi jagung, dimana untuk Kab. Soppeng ditingkat keamanan dan kontroling sangat bagus dan Kab. Soppeng sangat amanah dalam bermitra dengan PT. JIVA. Sehingga kemungkinan untuk tanaman cabe ini sistemnya akan sama dengan jagung karena tantangan dari Cabe ini yaitu harganya yang fluktuaktif,”ucapnya.
Gerakan itu, pemerintah daerah kabupaten Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Lutfi Halide, MP mengungkapkan, ” Saat ini kita sedang menghadapi krisis global sehingga salah satu tugas kita besama yaitu bagaimana dapat mensejahterahkan masyarakat Kab. Soppeng dengan berbagai potensi yang ada. Dengan demikian melalui kegiatan ini mari kita diskusikan bersama dengan para kepada Desa yang lebih paham dengan kondisi wilayahnya masing-masing apasaja kendala yang ada. Karena kita harus pandai melihat perkembangan zaman saat ini,”katanya.
Ia katakan, Kepada para Camat, kepala desa/lurah se kab. Soppeng silahkan adakan percepatan di Wilayahnya masing-masing dengan memaksimalkan lahan yang ada. Jika perlu semua pematang sawa tolong ditanami tanaman jangka pendek. Tak hanya itu di Kab. Soppeng juga ada program ASBATIK (ASE-BALE-ITIK)
(AR)






