Pelaksanaan instruksi presiden no.2 Tahun 2020 tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), pemerintah daerah Kabupaten Soppeng menggelar kegiatan sosialisasi kegiatan P4GN dihadiri para asisten Setda, pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) , camat, kepala desa, organisasi pemuda, TNI dan polri, aula kantor gabungan dinas Kab.Soppeng, pekan lalu.
Sosialisasi itu, menyajikan tema, Bersatu mewujudkan Kabupaten Soppeng yang Bersinar (Bersih Dari Narkoba) yang dilaksanakan pemerintah daerah Kabupaten Soppeng melalui kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Soppeng.
Sumber dinas humas Kominfo pemkab Soppeng sebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Soppeng, Hadi Indrajaya, S.IP mengatakan, Setelah Inpres Nomor 2 Tahun 2020 ini diterbitkan, Kab. Soppeng mungkin menjadi salah satu daerah yang pertama melakukan dan menyusung peraturan daerah. Ini merupakan bukti bentuk dukungan pemerintah Kab. Soppeng kepada pemerintah pusat dalam hal pencegahan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika ini, katanya.
Ia katakan, kegiatan ini memberikan pemahaman terkait bahaya narkoba pada kita semua, memberikan motivasi dalam upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika, menyamakan presensi kepada kita semua baik untuk pemerintah, keamanan serta masyarakat untuk bersatu padu melawan narkoba sebagai ancaman yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat karena narkoba merupakan ancaman bukan hanya di Kab. Soppeng tapi juga di seluruh dunia.
“Saya sangat berharap kepada semuanya agar mengikuti kegiatan ini dengan baik karena nantinya akan dijelaskan tentang hal-hal terkait dukungan dari pemerintah pusat dalam hal P4GN sehingga dapat menjadikan Kab. Soppeng bebas dari Narkoba”, ucapnya.
Selanjutnya, Pemkab soppeng,
Wakil Bupati Soppeng, Ir. H. Lutfi Halide, MP mengatakan, ” Atas nama Pemerintah Daerah Kab. Soppeng saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan selamat datang kepada kepala BNNP Sulawesi Selatan bersama rombongan di Bumi Latemmamala, yang kita kenal sebagai Bandungnya Sulawesi Selatan. Waulaupun Soppeng kecil tapi selalu menjadi penentu di Sulawesi Selatan.
” Mari kita serius mengikuti acara sosialisasi ini, karena kapan lagi kita bisa menyerap ilmu dari Kepala BNNP Sulawesi Selatan agar Kab. Soppeng bebas dari narkoba.
Oleh karena itu, saya sangat berharap agar materi yang didapatkan pada hari ini dapat dipertanggung jawabakan serta mensosialisasikannya kepada seluruh lapisan masyarakat”, katanya.
Pelaksanaan inpres no.2 tahun 2020 tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan pengedar gelap narkotika, Kepala BNNP Sulawesi Selatan, Brigjend Polisi, Drs. Ghiri Prawijaya, M.Th.mengatakan,
Indonesia merupakan negara kepulauan, berwilayah luas dengan batas negara yang terbuka menyebabkan banyaknya pintu masuk penyelundupan narkoba sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Tak hanya itu, penyebab lainnya adalah masih rendahnya daya dukung eksternal masyarakat dalam P4GN sehingga diperlukan optimalisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, katanya.
Ia katakan, Inpres Nomor 2 Tahun 2020 ini dimaksudkan untuk penguatan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika dimana Presiden menginstruksikan kepada seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dengan mengikutsertakan peran serta masyarakat dan pelaku usaha untuk saling berkolaborasi dan bersinergi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, katanya.
Ia katakan, aksi khusus yang harus dilakukan untuk bidang pencegahan yaitu peningkatan kampanye publik, deteksi dini, pendidikan anti narkotika, pemberdayaan masyarakat kawasan rawan narkoba. Bidang pemberantasan yaitu pembersihan kawasan rawan narkoba, pengawasan pintu masuk wilayah, pengembangan sistem interdiksi terpadu, dan pengawasan prekursor. Bidang rehabilitasi yaitu dengan meningkatkan aksesibi