kosongsatunews.com, SIDRAP–
Mobil Tangki Mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) kecelakaan di Ponrangae, Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidrap, dua bulan lalu tepatnya pada bulan Juni.
Mobil tangki tersebut bernomor polisi B-9349-UFV bertabrakan dengan mobil truk gandeng trailer bernomor polisi L-8662-UUC.
Namun ada yang janggal pada mobil tangki yang dikemudikan oleh Muhammad Syakir tersebut, dimana pada bodi bagian samping tertulis BBM NON SUBSIDI namun muatannya diduga adalah solar subsidi.
Sebagaimana informasi yang diterima awak media di Kabupaten Sidrap, mobil tangki tersebut baru pulang dari menjual BBM jenis solar yang diduga subsidi di Malili Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
Solar tersebut diduga dibeli dari para pelangsir BBM atau mafia BBM yang ada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Muhammad Syakir yang dikonfirmasi melalui telpon genggamnya membenarkan bahwa dirinya baru pulang dari Malili jual solar sebanyak 17.000 liter lalu tabrakan di Ponrangae.
Solar tersebut, kata Muhammad Syakir, ia angkut di depot yang ada di Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru.
“Solar saya angkut dari depot di Pelabuhan Garongkong Barru lalu saya jual ke perusahaan tambang yang ada di Malili, tapi bukan saya yang punya, punyanya bosku saya hanya sopir,” ungkap Muhammad Syakir, Senin (7/8/23).
Sementara itu, beberapa warga Kabupaten Barru yang bermukim dekat pelabuhan Garongkong saat dikonfirmasi mengatakan tidak ada depot minyak di pelabuhan Garongkong.
“Tidak ada pak (tidak ada depot minyak di Pelabuhan Garongkong),” ungkap warga. (*)





